Knowledge Center Brain Drain “Mengapa mereka (pekerja migas) pergi ?”

Published on October 20th, 2014 | by riandi

0

Brain Drain “Mengapa mereka (pekerja migas) pergi ?”

Menghadapi AFTA dan MEA (Masyarakat Ekonomi Asean), banyak yang khawatir Indonesia kebanjiran tenaga asing. Tapi khusus untuk pekerja MIGAS, justru kemungkinan terjadi kebalikan, malah khawatir kehilangan pekerja MIGAS Indonesia yang hengkang keluar dari Indonesia. Brain drain atau keluarnya tenaga ahli dari suatu negara menjadi konsen dalam beberapa tahun lalu. Dan mungkin akan menjadi konsen menerus ketika dibukanya AFTA dan MEA (Masyarakat Ekonomi Asean 2015).

Mengetahui alasan mereka pergi, mungkin menjadi informasi penting baik untuk mengirimkan tenaga kerja keluar sebagai duta-duta bangsa, maupun mengetahui seberapa besar potensial kerugian negara kehilangan potensi dari pekerja tangguh ini.

Salah satu alasan utama yang sering muncul adalah rendahnya remunerasi atau gaji yang diterima pekerja di dalam negeri. Hipotesa ini perlu diuji dengan data yang dapat melihat lebih jauh seperti apa sebenarnya kondisi global dari tenaga kerja migas ini.

Brain Drain “Mengapa mereka (pekerja migas) pergi ?”

Gambar diatas menunjukkan perbedaan gaji local vs tenaga impor diberbagai negara di dunia. (sumber Hays 2013). Ada banyak hal yang menarik bahwa ternyata Indonesia termasuk negara yang “baik hati” dengan pekerja asingnya dengan memberikan gaji 3 kali lipat dibanding pekerja lokalnya. Jauhnya selisih pekerja lokal dengan tenaga impor ini, diduga, yang memicu semakin banyaknya pekerja Indonesia yang hengkang ke luar negeri.

Tingginya gaji ekpat atau tenaga import di Indonesia memberikan inspirasi pada pekerja untuk bekerja diluar. Namun juga adan mencurigai bahwa pekerja migas impor ini toh secara langsung atau tidak langsung akan terbayarkan dari “cost recovery”. Hal ini perlu dicermati lagi. Indonesia adalah salah satu negara dengan membayarkan pada pekerja importnya 3.09 kali lebih besar dari pekerja lokalnya selain Sudan (3.22), Filipina (4.0), Yaman (4.14) Ghana (4.79) dan Vietnam (5.35). Namun diantara negara-negara ini sebenarnya Indonesia sudah jauh berpengalaman dalam mengelola migas.

Memanggil mereka untuk kembali

Pekerja Migas Indonesia itu lebih canggih dan lebih tangguh ketimbang pekerja migas dari luar (khususnya ASEAN), bahkan juga banyak yang hengkang ke US/Eropa dan terutama Middle East (Timur Tengah). Pengalaman Industri Migas Indonesia yang lebih dari 100 tahun menghasilkan tenaga-tenaga trampil jauh lebih bagus ketimbang negara-negara lain. Tidak sekedar kurangnya remunerasi penghargaan profesinya, tetapi justru susahnya operasi migas di Indonesia ini yang menyebabkan sulitnya menciptakan pekerjaan yang pas dan berujung pada hengkangnya pekerja migas yang berpengalaman ini.

Berapa jumlah tenaga ahli migas (geologi, geofisika dan Engineer) dari Indonesia di luar negeri ? menurut penelitian sepintas lebih dari seribu orang tenaga ahli Indonesia di luar yang tersebar :

  • Malaysia 300 – 400 tenaga ahli
  • Oman 50 – 100 tenaga ahli
  • Norway 50 – 100 tenaga ahli
  • Houston 200 – 300 tenaga ahli
  • Perancis sekitar 30 – 50 tenaga ahli
  • Australia 50 – 100 tenaga ahli

Lantas bagaimana untuk mencegah atau memanggilnya mereka supaya kembali ? Usaha untuk memanggil kembali mereka yang dulu sekolahnya disubsidi dan mungkin ada yang trainingnya masuk “cost recovery” ini pernah beberapakali dilakukan. Pertamina juga perusahaan-perusahaan EP di Indonesia beberapa kali mencobanya. Keberhasilannya relatif rendah. Bahkan yang sudah kembali ke Indonesia menjadi tidak betah dan kembali keluar negeri. Fenomena ini berulang dari tahun ke tahun.

Mungkin memang tidak perlu repot-repot memanggil mereka kembali tetapi mungkin lebih penting memperbaiki iklim usaha di Indonesia sehingga semakin banyak pekerjaan yang tercipta di Indonesia yang akan dengan sendirinya menarik banyak pekerja migas ini. Namun tentusaja tetap menerima mereka apabila mereka sendiri menyatakan siap untuk kembali secara mandiri, sebelum usia pensiun tentunya.

Bersama sebagian dari pekerja migas yang di houston, US

Bersama sebagian dari pekerja migas yang di houston, US

 

Sumber: rovicky.wordpress.com


About the Author



Comments are closed.

Back to Top ↑
  • Promo

  • Our partner

  • Contact Us

    Ardiansyah Arifin | 085746754426

    [email protected]

  • Program Pelatihan Migas