BLORA – Terpuruknya harga minyak dunia membuat d..." /> Dana Bagi Hasil Migas Anjlok - Oil and Gas Management Center


Energy News

Published on July 26th, 2016 | by ardiansyah arifin

0

Dana Bagi Hasil Migas Anjlok

BLORA – Terpuruknya harga minyak dunia membuat dana bagi hasil migas yang diterima daerah-daerah penghasil minyak dan gas bumi ikut anjlok.

Karena itu, pemerintah daerah juga diharapkan ikut mengantisipasi turunnya pemasukan dari dana bagi hasil migas. ”Akibat dari kondisi harga minyak saat ini tentu berpengaruh terhadap pendapatan negara sehingga dana bagi hasil migas juga terpukul,” ujar Direktur Utama Pertamina Dwi Soejtipto saat berkunjung di Lapangan Migas, Cepu, Blora, Jawa Tengah, akhir pekan lalu.

Dwi menuturkan, kondisi harga minyak saat ini berada di kisaran USD40 per barel. Karena itu, kondisi industri migas saat ini jauh berbeda dengan saat harga minyak masih bertengger di kisaran USD100 per barel pada 2014.

Hal itu menurutnya membuat industri migas harus melakukan berbagai terobosan untuk mengantisipasi rendahnya harga minyak dunia. ”Dari mulai efisiensi dari segala lini sampai kepada terobosan lain harus dilakukan. Di samping itu, pemerintah daerah penghasil migas juga bersama-sama belajar dari pengalaman untuk mengantisipasi dampak anjloknya harga minyakini ke pemasukan anggaran daerah,” kata dia. Dia memberikan contoh kondisi dana bagi hasil migas di Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Realisasi dana bagi hasil minyak pada 2014 tercatat sebesar Rp8.073.915.390 dan dana bagi hasil gas sebesar Rp109.842.820. Sementara pada 2015 dana bagi hasil minyak anjlok menjadi Rp1.943.880.400 dan dana bagi hasil gas juga turun menjadi Rp47.063.100. Salah satu proyek percepatan yang akan dilakukan oleh Pertamina, yaitu Central Processing Plant (CPP) Area Gundih Asset 4 Pertamina EP.

Dwi meminta proyek ini agar segera memasuki tahap komersialisasi sehingga dapat segara menambah pemasukan negara dari sektor hulu migas. President Director Pertamina EP Rony Gunawan menambahkan, pasokan gas dari CPP Gundih sebesar 50 MMSCFD akan dialirkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Tambak Lorok.

Sumber: //economy.okezone.com/


About the Author



Comments are closed.

Back to Top ↑
  • Promo

  • Our partner

  • Contact Us

    Ardiansyah Arifin | 085746754426

    [email protected]

  • Program Pelatihan Migas