Watch Video :  Ekplorasi dan Produksi Migas

Eksplorasi dan Produksi Migas - Oil and Gas Management Center



Knowledge Center

Published on May 20th, 2016 | by WP Admin PROXSIS

0

Eksplorasi dan Produksi Migas

Watch Video :  Ekplorasi dan Produksi Migas

Source video : youtube.com

Minyak dan gas bumi merupakan hasil dari proses mahluk hidup purbakala yang mati dan terkubul selama jutaan tahun mendapatkan tekanan dan suhu tinggi lalu berproses menjadi mineral. Untuk membawa minyak dan gas bumi sampai ke permukaan dibutuhkan proses yang mahal. Industri migas bumi membagi menjadi dua tahap yaitu, tahap eksplorasi dan tahap produksi. Kegiatan eksplorasi dimaksudkan untuk menemukan cadangan migas sedangkan produksi bertujuan untuk mengangkatnya ke permukaan. Kegiatan ekplorasi ini terdiri dari beberapa tahap meliputi :

  1. studi geologi

studi geologi dilakukan untuk memahami struktur susunan batu dibagian bawah, dari hasil studi ini dapat diketahui lebih lanjut dengan menggunakan studi geofisika.

  1. studi geofisika

studi geofisika bertujuan untuk mengetahui sifat fisik batuan mulai dari permukaan hingga kedalaman beberapa kilometer dibawahnya. Proses ini berlangsung selama enam bulan hingga satu setengah tahun tergantung dari luasan area dan yang dituju.

  1. survei seismik

merupakan metode yang paling banyak dilakukan untuk mengetahui sifat fisik batuan. Melalui kegiatan seismik keadaan dibawah tanah dapat direkonstruksi menjadi gambar 2D maupun 3D. Kegiatannya berlangsung dari satu hingga empat tahun tergantung dari lokasi dan tipe reservoir. Berdasarkan hasil intepretasi gambar jika ditemukan lapisan yang berpotensi menyimpan cadangan migas, maka selanjutnya kegiatan pengeboran ekplorasi. Data seismik yang akurat belum menjamin terdapatnya cadangan migas, data tersebut harus dibuktikan dengan pengeboran semakin dalam lapisan di bor maka semakin besar biaya yang dikeluarkan. Pengeboran merupakan bagian terpenting dalam ekplorasi atau produksi. Lama waktu pengeboran satu sumur satu hingga empat bulan.

  1. pengeboran eksplorasi

Kegiatan eksplorasi mengandung risiko dan ketidakpastian yang sangat tinggi, oleh sebab itu idbutuhkan modal yang sangat besar, tekonologi yang canggih dan sumber daya manusia yang berpengalaman . Risiko terburuk dari kegiatan eksplorasi adalah dry hole atau tidak ditemukannya cadangan migas. Tetapi keduanya tidak dapat ditemukan tanpa melalui kegiatan ekplorasi. Jika kegiatan ekplorasi berhasil kegiatan dapat dilanjutkan degan tahap pengembangan atau produksi. Kegiatan ini mencakup kegiatan sumur, pengembangan serta pembangunan fasilitas produksi. Kegiatan produksi mengangkat minyak dan gas bumi ke permukaan. Aliran migas akan masuk ke dalam sumur lalu dinaikan ke permukaan melalui tubing. Minyak dan gas bumi kemudia dialirkan ke sumur lalu naik ke permukaan melalui pipa salur setalah itu dinaikkan kembali ke separator yang akan memisahkan keduanya dari material yang tidak dibutuhkan hingga akhirnya minyak dan gas bumi saling dipisahkan. Proses ini biasanya memakan waktu enam bulan hingga tiga tahun.

Minyak dialirkan melalui tangki pengumpul sementara gas dialirkan melalui pipa kepada konsumen. Proses pengangkatan ini dapat memanfaatkan tekanan alami atau menggunakan metode pengangkatan buatan. Pada kontrak kerjasama yang dianut Indonesia semua biaya yang timbul dari kegiatan produksi maupun ekplorasi sepenuhnya ditanggung kontraktor dan nantinya akan dikembalikan  saat lapangan sudah menghasilkan dalam bentuk hasil produksi minyak dan gas bumi. Kegiatan ekplorasi dan produksi migas memakan waktu dan proses yang lama kurang lebih sepuluh tahun. Minyak dan gas bumi yang saat ini kita nikmati merupakan hasil dari ekplorasi  dan produksi selama puluhan tahun. Semua dilakukan untuk menjamin ketersediaan minyak dan gas bumi bagi masa depan.

 


About the Author



Comments are closed.

Back to Top ↑
  • Promo

  • Our partner

  • Contact Us

    Ardiansyah Arifin | 085746754426

    [email protected]

  • Program Pelatihan Migas