Energy News

Published on January 29th, 2016 | by annisa herlynd

0

Harga Minyak Anjlok, Perusahaan Tambang Kelenger

Jakarta,– Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) meyakini, anjloknya harga minyak dunia yang sempat tembus di bawah 30 dollar AS per barel, menjadi faktor utama goyahnya perusahaan-perusahaan di sektor minyak dan gas.

“Harga minyak sudah hancur-hancuran, (perusahaan) oil and gas, batubara, itu sudah kelenger (limbung atau nyaris jatuh) semua,” ujar Katua Apindo, Haryadi Sukamdani, seperti dilanir Tribunjogja.com, Jumat (29/1). Dia menuturkan, lantaran anjloknya harga minyak dunia itu, perusahaan migas harus menghitung ulang biaya produksinya. Akhirnya, mau tidak mau, perusahaan melakukan efisiensi bahkan pemangkasan karyawan.

Sebelumnya, santer dikabarkan bahwa Chevron akan merumahkan 1.700 karyawan sebagai buntut anjloknya harga minyak mentah di bawah US$ 30 per barrel. Adapun perusahaan migas lain, Shell Indonesia, juga belum bisa memberikan pernyataan terkait dampak rendahnya harga minyak mentah.

Sementara pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said mengatakan, memahami kondisi penurunan harga minyak dunia yang menimbulkan gejolak tersebut.

 

energitoday.com

Tags: , , , , ,


About the Author



Comments are closed.

Back to Top ↑
  • Promo

  • Our partner

  • Contact Us

    Ardiansyah Arifin | 085746754426

    [email protected]

  • Program Pelatihan Migas